Poktan Jawa Indah Rampungkan Tanam 12 Hektar Padi di Kalideres, Jakarta Barat
Jakarta -- (8/10/2025), Kelompok Tani (Poktan) Jawa Indah Kelurahan Kalideres Jakarta Barat, telah menyelesaikan kegiatan tanam padi pada lahan seluas 12 hektar. Capaian ini diumumkan dalam pertemuan kelompok yang dipimpin Ketua Poktan, Racidin, dihadiri oleh anggota kelompok, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jakarta dan dan Pusat Pelatihan dan Bimbingan Pertanian Terpadu (P2BPT) Jakarta Barat.
Ajang tersebut menjadi wadah bagi para petani untuk membahas berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, terutama terkait ketersediaan air irigasi. Diketahui, aktivitas penggalian area danau untuk proyek perumahan Poris Indah menyebabkan terganggunya pasokan air ke lahan pertanian. Menyikapi hal tersebut, Poktan Jawa Indah berencana untuk berkoordinasi dengan Babinsa setempat dalam mencari solusi agar kegiatan pertanian dapat terus berjalan baik. Seiring juga pendataan ulang luas lahan garapan dan varietas padi yang ditanam. Berdasarkan hasil pendataan, varietas unggulan M70D menjadi yang paling dominan, diikuti oleh Inpari 32 Jumbo dan Ciherang.
Permasalahan pengendalian hama turut menjadi topik utama dalam pertemuan ini. Gerhan dari P2BPT Jakarta Barat menjelaskan bahwa hama keong biasanya muncul pada saat curah hujan tinggi, ia mengimbau agar petani menutup atau menyaring saluran irigasi untuk mencegah masuknya keong ke area sawah.
Susi Sutardi dari BRMP Jakarta menekankan pentingnya metode pengendalian hama secara alami dan pengurangan pestisida kimia. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kesuburan tanah dan mencegah resistensi hama. Untuk pengendalian hama tikus, para petani sepakat bahwa metode gropyokan atau perburuan massal menjadi langkah yang efektif dilakukan sejak awal musim tanam.
Pertemuan tersebut mencatat penambahan Luas Tambah Tanam (LTT) seluas 5.000 meter persegi, sehingga total luas tanam Poktan Jawa Indah kini mencapai 12 hektar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan petani, BRMP Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif mulai dari tahap pembibitan hingga panen. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi pendampingan LTT, serta bantuan bahan pengendali hama keong di lapangan.
Petani garda terdepan swasembada pangan.